Yuk Berwisata ke Istana Maimun Medan - UCOK MEDAN

Ads

Travel

Yuk Berwisata ke Istana Maimun Medan

Yuk Berwisata ke Istana Maimun Medan
UCOKMEDAN.com - Bangunan sejarah di Kota Medan tempo dulu yang diresmikan 18 Mei 1891 adalah peninggalan kerajaan Deli. Di setiap kota pasti memiliki bangunan dijadikan ikon sebuah kota. Bangunan ini biasanya adalah bangunan kebanggaan masyarakat di kota itu. Medan juga memiliki ikon yang sangat dibanggakan masyarakatnya, yaitu Istana Maimun Medan.

Istana dengan corak warna kuning adalah peninggalan kerajaan Deli. Didirikan oleh keturunan raja ke-9 Kesultanan Deli yaitu Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Dibangun pada 26 Agustus 1888 dan baru diresmikan pada 18 Mei 1891. Adapun Alamat Istana Maimun Medan di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan ini sangatlah mudah dijangkau karena di lokasi yang sangat strategis yaitu di pusat kota Medan.
Istana Maimun Medan ini memiliki luas sebesar 2.772 m2 dengan terdiri dari 30 ruangan. Sebagai peninggalan kerajaan Deli yang memiliki darah Melayu, istana Maimun didomisili oleh warna kuning yang merupakan warna khas Melayu.

Bangunan Istana Maimun Medan ini menghadap ke arah timur dengan terdiri dari dua lantai dengan tiga bagian yaitu bangunan induk, sayap kiri dan sayap kanan. Ketika memandang ke depan, kamu akan disuguhkan pemandangan indah dari Masjid Al-Maksum atau yang lebih terkenal dengan Masjid Raya Medan.
Yang menjadi salah satu daya tarik istana Maimun Medan ini adalah disain interior istana yang merupakan perpaduan antara kebudayaan Melayu bergaya Islam, India dan kebudayaan Eropa. Bagian lantai dasar bangunan juga didominasi budaya Eropa. Perpaduan ini menghasilkan sebuah arsitektur bangunan yang sangat unik. Desain bernuansa kebudayaan Melayu Islam ini dapat terlihat dari bentuk lengkungan yang menyerupai perahu terbalik yang dapat ditemukan di beberapa atap istana. Lengkungan ini dikenal sebagai pilar lengkungan Persia yang biasanya dijumpai pada bangunan-bangunan di kawasan Timur Tenggah.

Sedangkan untuk sentuhan Eropa terlihat dari ornamen lampu, kursi, meja, lemari, jendela dan juga pintu dorong. Pintu bergaya Spanyol menjadi salah satu bagian dari istana ini. Pola arsitektur Belanda juga dapat ditemukan di beberapa bentuk pintu dan jendelanya yang lebar dan tinggi. Ada pula prasasti marmer di depan tangga ditulis dengan huruf Latin dalam bahasa Belanda. Ruang tamu dengan luas 412 m persegi ini digunakan untuk acara penobatan Sultan Deli atau agenda tradisional lainnya. Ruang tersebut juga digunakan sebagai tempat  sultan menerima kunjungan sanak saudara dan keluarga di hari libur Islam. Di dalamnya juga terdapat tahta yang didominasi warna kuning.

Istana Maimun Medan dibuka untuk umum setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Tarif masuknya adalah sebesar Rp3.000,- untuk anak-anak dan Rp 5.000,- untuk dewasa.

Berbagai ruangan di istana ini dapat kamu masuki  kecuali dibagian sayap kanan bangunan, karena ditempati oleh keluarga raja. Selain itu di sisi lain istana ini, kamu akan menemukan bangunan yang di dalamnya terdapat meriam buntung. Konon meriam buntung ini adalah jelmaan dari adik putri Hijau dari kerjaan Deli Tua. Putri Hijau dilamar oleh Raja Iskandar Muda dari Aceh namun pinangannya ditolak oleh Putri Hijau. Raja Iskandar Muda marah lalu prajurit Aceh mengyerang kerajaan Deli Tua. Adik Putri Hijau membela negaranya dengan mengubah dirinya menjadi meriam. Karena panasnya laras meriam akibat digunakan untuk menembak terus menerus mengakibatkan meriam ini terbelah menjadi dua. Satu belahannya melayang jatuh di Tanah Karo (di derah Barus), sedangkan potongan lainnya disimpan di Istana Maimun.

Sumber : Ceritamedan.com 

Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to "Yuk Berwisata ke Istana Maimun Medan"

Post a Comment