Ancam diblokir, Uber gandeng koperasi lokal - UCOK MEDAN

Ads

Travel

Ancam diblokir, Uber gandeng koperasi lokal





 
UCOKMEDAN.com - Uber, aplikasi jasa transportasi, menyatakan terus berkomitmen mengikuti aturan berbisnis pemerintah Indonesia. Pihaknya mengaku telah menggandeng mitra lokal yakni Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama sejak November lalu.

Juru Bicara Uber di Indonesia, Amy Kunrojpanya, mengatakan koperasi mitra Uber saat ini juga telah mendapat akta pendirian dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

"Kami senantiasa berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah demi memastikan tersedianya manfaat penuh dari ridesharing, yang dapat terus dinikmati baik oleh para pengguna maupun pengemudi," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (21/3).

Uber, lanjutnya, pada saat yang sama turut menyerahkan aplikasi untuk KIR atau pengujian kendaraan bermotor (PKB). Aplikasi KIR ini disebut tengah dalam proses persetujuan.

"Kami juga berkomitmen untuk terus hadir di Indonesia," tuturnya.

Sebelumnya, sehubungan dengan adanya demonstrasi terkait keberadaan taksi online, Kementerian Perhubungan surati Kementerian Komunikasi dan Informatika, pada Senin (14/3).

Isi dari surat tersebut menanggapi banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh adanya Uber serta GrabCar yang sudah dalam beberapa waktu terakhir beroperasi di ibukota.

Selain itu, surat tersebut berisi permintaan pemblokiran aplikasi yang digunakan untuk memesan layanan taksi online Uber dan GrabCar.

Dalam surat tersebut, Uber serta GrabCar dianggap melanggar berbagai UU. Di antaranya tidak menggunakan kendaraan bermotor umum pelat kuning, tidak dijalankan oleh BUMN, BUMD atau badan yang diakui undang-undang, tidak memiliki izin penyelenggaraan angkutan, tidak berbentuk PT, tidak bekerjasama dengan angkutan umum resmi, serta berpotensi menyuburkan praktik angkutan liar.

Selain itu, perusahaan Uber yang merupakan 'franchise' milik asing, dianggap tidak memberi jaminan keamanan atas kerahasiaan penggunanya. Hal ini dianggap dapat membahayakan keamanan negara.

Dalam surat tersebut juga dijabarkan poin permintaan Kemenhub, yang diwakilkan menteri Ignasius Jonan, terkait langkah-langkah yang harus ditempuh oleh Kemenkominfo dalam memberantas praktik taksi online. Poin tersebut berupa,

a. Memblokir situs aplikasi milik UBER Asia Limited dan melarang beroperasi di bidang penawaran jasa pelayanan transportasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan segera menyelesaikan seluruh permasalahan dan pelanggaran yang telah dilakukan;

b. Memblokir aplikasi milik PT Solusi Transportasi Indonesia yang mengoperasikan aplikasi GrabCar karena jenis kendaraan yang digunakan adalah kendaraan roda empat dengan plat hitam (kendaraan pribadi) atau rental mobil yang belum jelas statusnya sebagai perusahaan angkutan resmi (ilegal);

c. Melarang seluruh aplikasi sejenisnya selama tidak bekerja sama dengan perusahaan angkutan umum yang mempunyai izin yang resmi dari pemerintah.

Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to "Ancam diblokir, Uber gandeng koperasi lokal"

Post a Comment