Meraup Keuntungan Dengan Merubah Biji Durian Menjadi Keripik - UCOK MEDAN

Ads

Travel

Meraup Keuntungan Dengan Merubah Biji Durian Menjadi Keripik

Meraup Keuntungan Dengan Merubah Biji Durian Menjadi Keripik
UCOKMEDAN.com - Mungkin selama ini banyak dari kita tidak menyangka, bahwa limbah biji yang selama ini tidak berguna, ternyata mampu mendatangkan lahan keuntungan bagi pengolahnya. Ialah Sapril Hasibuan, pria kelahiran Tapanuli Selatan 16 Februari 1986 ini, di tangannya biji-biji durian hasil sisa produksi mampu ia "sulap" menjadi keripik biji durian gurih nan renyah. Sapril biasa ia disapa, mengatakan ide awalnya untuk membuat keripik berbahan baku biji durian, bermula ketika ia menyadari bahwa Kota Medan yang merupakan daerah dengan potensi wisata duriannya yang cukup terkenal,setiap harinya harus dibuang kemana ratusan bahkan ribuan bijinya yang tak terpakai.

"Tahun 2014 saya bertanya ke sejumlah pedagang pengolahan durian, mereka mengatakan selama ini biji dan kulit hanya menjadi sampah produksi, lalu saya berfikir kenapa tidak dimanfaatkan saja biji-biji durian yang selama ini terbuang begitu saja agar memiliki sisi ekonomis, akhirnya saya coba-coba mengolah biji durian yang saya dapat, berbekal dari ilmu yang saya peroleh dari internet, saya coba bereksperimen dengan merebus biji durian, lalu menjemurnya dan menggorengnya, namun hasinya gagal ternyata biji durian mengandung lendir, saya pun tidak berhenti bereksperimen dan akhirnya ketemulah keripik biji durian ini sampai sekarang, kurang lebih ada sekitar lima kali percobaan," Ungkap Sapril saat ditemui di kediamannya, Jalan Rawa Cangkuk 4, Kecamatan Medan Denai.

Ia juga menambahkan sifat biji durian yang memiliki lendir yang tinggi ditengarai sebagai kegagalan eksperimennya. "Akhirnya biji durian yang sudah dibersihkan kemudian dicampurkan dengan beberapa komposisi seperti terigu agar tidak lengket dan lendir, kemudian ditambahkan telur sebagai pengembang yang digiling menjadi adonan keripik, serta tidak lupa menambahkan daging durian agar aroma durian lebih terasa," ujarnya.

Stigma Buruk

Sapril juga menceritakan anggapan dan stigma buruk yang didapat dari buah karya keripiknya. Berbagai komentar dan saran datang kepada dirinya prihal biji-biji durian yang ia peroleh sebagai bahan baku keripiknya. "Awalnya banyak orang bertanya kepada saya dari mana biji durian yang saya peroleh sebagai bahan baku, apakah dari sisa-sisa orang makan durian di warung-warung pedagang durian atau dari tempat-tempak yang tidak layak lainnya, melalui akun sosial media saya jelaskan komposisi maupun asal mula biji durian yang saya peroleh, serta bantuan teman-teman media juga membantu saya mencerahkan hal ini," ujarnya

Ia menambahkan selama ini biji-biji durian yang ia peroleh berasal dari sisa produksi olahan durian seperi pancake. Baginya kehigenisan bahan baku menjadi pokok utama produknya.

"Saya sudah lama bekerjasama dengan salah satu agen durian terbesar juga di Kota Medan, selain agen dia juga membuat olahan durian menjadi pancake, sisa bahan untuk membuat pancake itulah yang saya peroleh dan kumpulkan, bukan dari sisa-sisa mulut orang makan yang ada di cafe-cafe dan pedagang durian lainnya," ungkapnya meluruskan.

Berbasis Pemberdayaan

Sementara itu berkat usaha yang didirikannya kina Sapril memiliki 10 orang karyawa yang membantunya setiap hari dalam meproduksi keripik biji durian. Ia pun memanfaatkan sejumlah ibu-ibu rumah tangga yang berada di sekitar kediamannya untuk sama-sama membantunya memproduksi keripik. "Awalnya ada sekitar 15 ibu rumah tangga di sekitar lingkungan ini, saya ajak bersama-sama yakni berbasis pemberdayaan yang diberi nama Pelatihan Skill Produktif, Balai Bina Mandiri, agar ibu-ibu di lingkungan sini lebih punya kegiatan namun juga dapat penghasilan," terangnya.

"Sejauh ini dana usaha yang ada saya terima dari program CSR BUMN dan Rumah Zakat yang diterima secara hibah, dan setidaknya mampu memberi suntikan modal dalam menjalankan usaha ini. Keterlibatan ibu-ibu rumah tangga di sekitar lingkungan juga mampu memberi aktivitas lebih ibu-ibu di luar rumah yang serta menguntungkan," tambahnya.

Thety Triana, salah satu ibu rumah tangga yang turut terlibat dalam produksi keripik biji durian, mengaku sejauh ini bisnis ini cukup menjanjikan dan mampu memberi penghasilan lebih. "Saya pikir ini hal yang bagus, melibatkan ibu rumah tangga yang berada di lingkungan sekitar sini, melalui pemberdayaan usaha membuat keripik, selain itu hitung-hitung dapat membantu perekonomian keluarga di rumah," ujar ibu 4 orang anak itu.

Kini Sapril berharap ke depan usaha yang ia rintis dapat mampu terus berkembang lebih besar, paling tidak mampu memberi pemberdayaan untuk masyarakat sekitar. "Inginnya bersama peserta UMKM lainnya dapat membuat sebuah toko khusus menjual berbagai oleh-oleh khas Kota Medan, sehingga para konsumen mudah mencarinya, selama ini banyak yang melalui sosial media saja pesannya, bahkan baru-baru ini keripik ini sudah sampai Malaysia juga," ungkapnya.

"Intinya dalam menjalankan bisnis jangan pernah takut gagal, berusaha terus untuk bereksperimen dengan ide yang ada, serta jangan lupa kode Atm yakni (Amati Tiru dan Modifikasi)," ujar Sapril memotivasi.(uck)
Oleh : Irfan Batubara

Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to "Meraup Keuntungan Dengan Merubah Biji Durian Menjadi Keripik"

Post a Comment