Kurir Sabusabu 500 Gram Disidang, Mengaku Pernah Dipenjara dalam Kasus Lalu Lintas - UCOK MEDAN | Ini Medan Bung !

Kurir Sabusabu 500 Gram Disidang, Mengaku Pernah Dipenjara dalam Kasus Lalu Lintas



UCOKMEDAN.com - Lestari Samson Tobing alias Samson tampak terbata-bata menjalani sidang perdana agenda dakwaan di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (28/11/2018).

Pria 36 tahun asal Kabupaten Rokan Hilir, Riau ini diadili terkait pekerjaannya sebagai kurir sabusabu.


Samson didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jumini melakukan perbuatan tanpa hak menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan-I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya lebih dari 5 gram.

"Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 Ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dengan Subsider dalam pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 Tentang Narkotika," ucap Jumini.

Jumini menjelaskan bahwa terdakwa Samson pada Rabu (25/7/2018) mencoba melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu seberat 500 gram di Jalan Willem Iskandar, Medan. Saat itu, Samson diperintahkan oleh seseorang bernama Yogi (buron) untuk mengantarkan barang haram kepada seorang pembeli.

Masih kata Jumini, saat itu, Samson tak mengetahui bahwa pembeli yang dimaksud adalah dua personel kepolisian dari Ditres Narkoba Polda Sumut yang menyaru, sehingga dari tas yang ditontonnya Samson personel menemukan barang haram jenis sabu-sabu yang rencananya dihargai Rp 50 juta per ons.

Perbuatan Samson dibenarkan oleh dua personel kepolisian yang dihadirkan JPU Jumini didepan Majelis Hakim Saifudin Bagariang, yaitu Kartoni Pinem dan Sihol Nainggolan.

"Sebenarnya kami berencana membeli barang dengan Yogi. Tapi Yogi menyuruh si terdakwa ini dengan menyebutkan ciri-cirinya, sehingga kami menangkap terdakwa Samson dengan barang bukti tersebut," ucap Kartoni yang memimpin penangkapan Samson kala itu.


Kartoni melanjutkan bahwa pihaknya tidak berhasil menangkap Yogi, yang mana sesuai perjanjian kepolisian yang menyaru akan membayarkan uang Rp 250 juta untuk setengah kilogram kristal haram tersebut.


Menanggapi hal itu, Hakim Saiddin Bagariang berharap agar tak hanya kurir yang ditangkap, bandar-bandar sabu juga turut dibasmi.

"Jangan hanya kurir yang kalian tangkap, bos-bos besarnya juga lah," ucap Hakim Saiddin.

Samson yang dikonfrontir oleh Majelis Hakim membenarkan perbuatannya. Samson mengaku diupah Rp 10 juta jika transaksi berhasil. Upah tersebut imbuhnya akan digunakan untuk kebutuhan hidup.


"Saya sudah cerai dengan istri saya orang Tembung, anak kami empat," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Samson juga mengatakan bahwa sebelumnya dirinya sempat dipenjara selama 4 bulan dalam kasus kecelakaan Lalulintas di Riau.

"Saya sempat dipenjara empat bulan, kasus kecelakaan lalulintas di kampung," ucapnya.

Kini terhadap perbuatannya mengedarkan barang haram, Samson tampaknya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan kurungan selama Lapas Klas IA Tanjunggusta

sumber : http://medan.tribunnews.com

Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to "Kurir Sabusabu 500 Gram Disidang, Mengaku Pernah Dipenjara dalam Kasus Lalu Lintas"

Post a Comment