Tangkap dan Jual Satwa Dilindungi, Herry Ginting Disidang PN Medan - UCOK MEDAN | Ini Medan Bung !

Tangkap dan Jual Satwa Dilindungi, Herry Ginting Disidang PN Medan



UCOKMEDAN.com - Kedua mata Herry Ginting (28) tampak berkaca-kaca akibat ulahnya berupaya menjual hewan hewan yang dilindungi. Herry yang merupakan warga Jl. Besar Namo Rambe, Pasar Serong, Delitua, Deliserdang, hanya bisa pasrah saat didudukkan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (11/12/2018) sore.

Sidang dakwaan yang berlangsung di ruang Cakra 5 itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina mendakwa Herry, karena melakukan perdagangan satwa yang dilindungi undang-undang berupa hewan Kukang, Lutung dan Monyet ekor panjang.

"Terdakwa dengan sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup," urai JPU di hadapan majelis hakim diketuai Azwardi Idris.

JPU dalam dakwaan menyebutkan, perbuatan terdakwa Herry Ginting diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 40 ayat 2 Jo Pasal 21 ayat (2) huruf a UU RI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam (SDA) Hayati dan Ekosistemnya jo Peraturan Pemerintah No.07 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis tumbuhan dan Satwa jo Peraturan Pemerintah No. 07 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis tumbuhan dan Satwa jo P.20/NENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

Menurut JPU, perbuatan itu dilakukan terdakwa pada September 2018. Saat itu, petugas dari Polisi Kehutanan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera Seksi I Medan sebelumnya mendapat informasi dari masyarakat perihal perdagangan satwa yang dilakukan terdakwa.

Saksi polisi kehutana kemudian berpura-pura akan melakukan transaksi terhadap satwa yang dilindungi tersebut di rumah terdakwa. Saat sedang transaksi, petugas menemukan barang bukti hewan yang dlindungi itu dari tangan terdakwa.

"Dari tangan terdakwa ditemukan berupa Kukang sebanyak 4 ekor, Lutung sebanyak 4 ekor dan Monyet ekor panjang sebanyak 2 ekor. Selanjutnya petugas polisi Kehutanan mengamankan terdakwa san satwa yang dilindungi tersebut dan juga mengamankan tiga buah goni plastik, satu buah kandang bertingkat dari besi, satu buah sangkar burung dan satu bilah parang," beber JPU.

JPU melanjutkan, hewan-hewan yang dilindungi itu ditangkap terdakwa dari areal perladangan di sekitar Desa Sibiru-biru, Deliserdang. Ia menangkapnya dengan menggunakan jaring dan memasukkannya ke dalam goni dan menjualnya kembali.

Selain mendengarkan dakwaan, JPU juga menghadirkan tiga saksi yang merupakan polisi kehutanan yang menangkap Herry di kediamannya. Ketiganya yakni Natanael Bangun, Marolop Sihombing dan Nelson Hutagalung.

Natanael dalam keterangannya mengatakan bahwa perbuatan Herry diketahui setelah mendapatkan informasi dari intelijen mereka. Herry kala itu diperiksa di rumahnya dan ditemukan sejumlah hewan yang dilindungi dalam kandang dan goni.

"Kami dapat informasi, setelah kita menyambangi terdakwa. Kita dapati sejumlah hewan yang dilindungi dipelihara olehnya untuk dijual kembali," ucap Natanael.

Natanael menerangkan bahwa perbuatan terdakwa yang berupaya memelihara hewan yang dilindungi tetap bersalah. Meskipun niatnya untuk memelihara.

"Hewan yang dilindungi tidak boleh dipelihara. Untuk kasus ini, hewan-hewan yang ditangkapnya sudah kita rehabilitasi di Sibolangit," ucap Natanael.

Sementara, Herry Ginting mengatakan perbuatannya tersebut ditengarai lantaran keresahannya terhadap hewan-hewan tersebut. Katanya, Kebun Langsat miliknya selalu "dipanen" oleh Kukang, Monyet Ekor Panjang dan Lutung.

"Mereka makani kebun Langsat saya. Masing-masih muda sudah dipanen mereka duluan. Bahkan sayur sayur yang saya tanam saat dibutuhkan sudah habis dimakani mereka," ucap Herry.

Herry mengatakan penangkapan hewan-hewan tersebut pertama kali dia lakukan. Bahkan untuk melakukannya. dia sudah rencanakan sejak jauh-jauh hari.

"Kesalnya sudah lama. Tapi baru itulah saya berupaya menjerat dan hasilnya tertangkap. Sekarang saya menyesal pak," ucap Herry.

Herry mengatakan dirinya belum mematok harga pasti untuk menjual tangkapannya sebelum akhirnya dia yang ditangkap oleh sejumlah personel polisi kehutanan.

Terpisah, Natanael kepada Tribun Medan menjelaskan bahwa kasus-kasus seperti Herry Ginting ini bukan yang pertama terungkap. Khusus penjualan Kukang, Polisi Kehutanan sudah mengungkap sebanyak tiga kali.

"Kita sudah banyak mengungkap penjualan hewan liar. Termasuk kemarin Harimau, dan kalau Kukang sendiri ini sudah kali ketiga," kata Natanael.

Natanael membantah kasus kasus penjualan satwa dilindungi dibakingi oknum aparat. Sejauh ini imbuhnya beberapa kasus penjualan terjadi secara personal.

"Belum ada. Semua yang kita tangkap itu bermain sendiri, menangkap sendiri untuk dijual beli. Harganya relatif ya. Dijual kepada yang paling tinggi membayar. Biasanya pasaran kukang mulai dari Rp 250.000 ke atas," ucap Natanael.


Sumber : http://medan.tribunnews.com


Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to "Tangkap dan Jual Satwa Dilindungi, Herry Ginting Disidang PN Medan"

Post a Comment